Baru Sekali Bertanding Pelatih Ini Terancam Dipecat

803

Ini kisah pelatih Shanghai Shenhua, Gus Poyet, yang dapatkan gaji selangit di Liga Super China. Baru satu kali memandu klub tersebut berlaga, mantan pelatih Real Betis itu terancam dipecat.

Internasional  - Baru Sekali Bertanding Pelatih Ini Terancam Dipecat

Ini kisah pelatih Shanghai Shenhua, Gus Poyet, yang dapatkan gaji selangit di Liga Super China. Baru satu kali memandu klub tersebut berlaga, mantan pelatih Real Betis itu terancam dipecat.

Adubola.com – Posisi Gus Poyet sebagai pelatih Shanghai Shenhua saat ini benar-benar di ujung tanduk. Padahal, ia baru SATU kali memandu pertandingan klubnya itu, dan kalah!

Akibat kekalahan tersebut, Shanghai Shenhua langsung tersingkir dari ajang Liga Champions Asia. Shenhua pun ingin aktifkan satu klausul dalam kontrak pelatih asal Uruguay tersebut, yang membuat Poyet harus berjuang pertahankan jabatannya.

Kekalahan ini menjadi sesuatu yang mengesalkan Shenhua, setelah mereka mendapatkan Carlos Tevez dengan bayaran 615 ribu Poundsterling atau sekitar Rp10 Miliar per pekan, dan jadikan pemain asal Argentina itu sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di dunia. Selain itu, mereka juga sesumbar soal mantan pemain Inter Milan dan Newcastle United, Obafemi Martins.

Meski sudah punya Tevez, Shenhua tetap kalah di pertandingan perdana mereka bersama Tevez. Dalam laga kontra Brisbane Roar, Shenhua kalah 0-2, dan gagal melaju di fase penyisihan grup Liga Champions Asia. Akibat kekalahan ini, fans bahkan langsung melantunkan nyanyian agar Poyet segera tinggalkan klub kesayangan mereka itu.

Dalam kontrak kerjanya, Poyet memang punya klausul yang memungkinkan klub untuk berhentikan mantan pelatih Sunderland itu, tak lama setelah kekalahan pertama dialami Shenhua di kompetisi terbesar di Asia itu.

Setelah kekalahan dari Roar, Shenhua juga langsung merilis pernyataan maaf kepada fans mereka atas hasil yang mengecewakan tersebut. “Untuk hasil yang memalukan hari ini, kami meminta maaf kepada semua fans yang sudah berani menerjang hawa dingin untuk datang langsung ke stadion dan memberi dukungannya pada Shenhue,” demikian pernyataan Shanghai Shenhua.

“Para pemain sudah melakukan yang terbaik, kami ingin menang sebanyak yang anda inginkan, tapi kadang-kadang sepakbola bisa sangat kejam,” lanjut pernyataan tersebut.

Poyet sebelumnya mengawali musim ini dengan menjadi manajer Real Betis, tak lama setelah ia tinggalkan jabatannya di AEK Athens pada Februari 2016. Tapi, ia dipecat tim La Liga tersebut, hanya empat bulan setelah ia menukangi klub itu. Pada November tahun lalu, Poyet ditunjuk sebagai manajer Shenhua. Tapi, kini ia harus hadapi tekanan serius di awal karirnya di China.