Neymar dan Cavani Nyaris Berkelahi Soal Penalti

Perpecahan meledak di PSG. Neymar dan Edinson Cavani harus dipisahkan karena nyaris berkelahi soal penalti.

Neymar vs Edinson Cavani, penalti PSG
Neymar vs Edinson Cavani, penalti PSG

Pada Senin dinihari WIB, PSG mengalahkan Lyon 2-0 untuk mencatatkan rekor sempurna – enam kemenangan dari enam – di Ligue 1 Prancis, tapi laga itu diwarnai adegan tak sedap.

Selama pertandingan ada dua kejadian di mana tampaknya ada bentrokan antara Edison Cavani dan Neymar dan ini telah menjadi fokus utama klub daripada sekedar performa hebat mereka di awal musim.

PSG vs Lyon kemarin diwarnai dua insiden perebutan bola. Satu kali sebelum sebuah tendangan bebas dan satu sesaat sebelum sebuah tendangan penalti. Neymar dan Edinson Cavani berebut bola.

Insiden memalukan itu terjadi pertama kali pada sebuah tendangan bebas yang diberikan pada PSG. Cavani hendak mengambilnya tapi Dani Alves merebut bola dan kemudian memberikannya pada Neymar, rekannya sesama Brasil. Setelah itu, pada menit 80 sebuah hadiah penalti diberikan kepada PSG dan kali ini Cavani membalas. Ia mengambil bola dan menolak memberikannya ke Neymar.

Keduanya gagal mengubah free kick dan penalti tadi menjadi gol. Kiper Lyon Alphonse Areola dengan mudah membaca arah bola dan membanting tubuhnya ke sisi kanan, dan berhasil menggagalkan usaha Neymar maupun Edinson Cavani.

Semua adegan memalukan itu terekam kamera. Anda bisa menyaksikannya di bawah ini. Perhatikan ekspresi muka Cavani saat ditolak oleh Dani Alves, dan sebaliknya begitu pula raut Neymar saat dilecehkan oleh pemain Uruguay tersebut.

Ini sama sekali tidak kelihatan bagus. Dan ini bukan pertama kalinya musim ini terjadi. Hal serupa juga telah terjadi melawan Saint Etienne di matchday keempat musim ini.

Cavani jelas tidak menyukainya. Tapi Alves seharusnya tidak ikut campur dengan membela sesama pemain Brasil itu. Setelah pertandingan, Alves mengatakan bahwa dia tidak berusaha memberikan bola ke Neymar, tapi hanya mencoba melakukan tendangan bebasnya sendiri.

“Saya akan mengambilnya sendiri. Saya mengambil bola untuk melakukan tendangan bebas karena saya sudah pernah membuat [tendangan bebas] yang bagus sebelumnya,” kata Alves kepada SporTV setelah pertandingan. “Saya yakin, tapi bukan itu yang penting, kuncinya adalah tim lebih penting daripada individu. Pada saat itu, saya ingin memimpin, tapi Neymar mengambil bola dan menjadi orang yang bertanggung jawab.”

Tapi situasi itu kabarnya berkembang semakin parah. Menurut laporan L’Equipe, Neymar dan Cavani harus dipisahkan di ruang ganti setelah pertandingan karena nyaris berkelahi masalah tendangan bebas dan penalti tadi. Bukan pertanda baik bagi tim ini.

Alves dan Neymar baru saja tiba musim panas ini. Jadi mereka seharusnya tidak punya banyak hak dalam menentukan siapa yang akan mengambil tendangan. Tidak seperti kapten klub atau Cavani. Mereka mungkin merasa berhak, tapi itu bisa menyebabkan beberapa gesekan lagi.

Perlu juga dicatat bahwa Alves sebenarnya pengambil tendangan bebas yang lumayan hebat. Bahkan, ia mencetak gol PSG pertamanya di ajang Supercup Prancis melawan AS Monaco pada 29 Juli.

Untuk urusan tendangan penalti, Neymar memiliki tingkat keberhasilan 80 persen (32 dari 40) sementara Cavani 82 persen (46 dari 56).

Unai Emery, si manajer PSG, nampaknya menganggap masalah itu bisa dan harus diselesaikan secara internal. “Saya mengatakan kepada mereka untuk memperbaikinya di antara mereka sendiri. Saya pikir keduanya memiliki kemampuan untuk melakukan itu dan kami akan berhasil menyelesaikannya,” katanya.

“Jika mereka tidak sepakat maka saya yang akan memutuskan. Saya tidak menginginkannya menjadi masalah bagi kami,” kata Emery dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Neymar tampaknya lebih cocok untuk tendangan bebas, sementara Cavani seharusnya eksekutor tendangan penalti. Jika ini gagal diselesaikan maka peluang PSG di Liga Champions bisa berakhir bencana seperti musim lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here