Ronaldo: Kepergian Neymar Sama Seperti Saya

Mantan bintang Inter Milan, Ronaldo, menilai kepergian Neymar dari Barcelona pada musim panas lalu serupa dengan kepergiannya dari tim yang sama pada 1997.

Ronaldo Nazario
Ronaldo Nazario

Neymar jadi headline hampir di sepanjang musim panas lalu. Setelah saga transfernya ke PSG berlangsung selama beberapa pekan, Neymar akhirnya resmi hengkang dari Barcelona ke klub kaya-raya asal Prancis itu, sekaligus pecahkan rekor transfer dunia sebesar 222 juta euro atau setara dengan Rp3,47 trilyun.

Kepindahan Neymar tentu saja mengejutkan dunia, karena sebelumnya tak ada yang berpikir ada klub yang bersedia mengeluarkan dana sebesar itu untuk datangkan seorang pemain.

Bagaimanapun juga, Ronaldo menilai transfer Neymar ke PSG serupa dengan yang terjadi padanya. Pemilik nama lengkap Ronaldo Luiz Nazario de Lima itu pernah bermain selama satu musim di Barcelona pada 1996/97, dan jadi bintang dengan koleksi 34 gol dari 37 penampilannya di Liga Spanyol.

Semusim kemudian, Ronaldo dikabarkan tak bahagia dan menolak untuk perbarui kontraknya. Sementara, Inter Milan datang dengan menebus klausal pembelian Ronaldo yang mencapai angka 27 juta dolar AS (Rp364 milyar). Ronaldo akui, saat itu ada ketidakcocokan antara dirinya dengan manajemen Barcelona, dan hal itu pula yang terjadi pada transfer Neymar.

“Kepergian Neymar dari Barcelona sedikit mirip dengan kepergian saya,” ujar mantan bintang Real Madrid dan Timnas Brasil itu pada Veja.

“Saya pergi ke Inter Milan ketika Liga italia lebih besar ketimbang Liga Prancis saat ini,” ujarnya.

“Saya tidak tahu detilnya dan saya tidak tahu apa yang ada di balik negosiasi [kepindahan Neymar dari Barcelona ke PSG]. Mungkin semua masalahnya berasa dari dewan direksi Barcelona, seperti masalah yang terjadi pada saya. Saat itu saya harus melakukannya,” tambah Ronaldo.

Selain itu, Ronaldo tegaskan jika dirinya tak berpikir sama sekali untuk berkarir sebagai seorang pelatih, karena ia tahu dirinya tak akan mampu melakukannya. Ronaldo lebih memilih menjadi direktur sebuah klub, baik di Brasil maupun di tempat lain. “Saya tengah mencari klub untuk menjadi seorang direktur di sana,” lanjut Ronaldo.

“Saya ingin memiliki pengalaman seperti itu, di Brasil atau di tempat lainnya, sementara kami juga jalankan akademi sepakbola,” ujarnya.

“Saya benar-benar kesampingkan peluang menjadi pelatih sepanjang hidup saya. Saya tidak bisa bayangkan, 25 pemain mengganggu saya setiap hari, melakukan segala kemungkinan untuk menipu saya,” tandas Ronaldo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here