Timor Timur Dihukum, Palsukan Dokumen Pemainnya

33

Timor Timur, mantan salah satu provinsi Indonesia, dijatuhi hukuman oleh FIFA setelah mereka memalsukan dokumen 12 pemain asal Brasil supaya diaku sebagai kelahiran negeri itu.

Internasional  - Timor Timur Dihukum, Palsukan Dokumen Pemainnya

Adubola.com – Timor Timur, mantan salah satu provinsi Indonesia, dijatuhi hukuman oleh FIFA setelah mereka memalsukan dokumen 12 pemain asal Brasil supaya diaku sebagai kelahiran negeri itu.

FIFA menemukan Timor Timur memalsukan dokumen-dokumen akte kelahiran dan sertifikat baptisan guna memungkinkan selusin pemain Brasil bermain bagi mereka.

Sekarang negara mungil di sebelah timur provinsi NTT Indonesia itu telah dihukum karena tindakan mengubah dokumen tersebut.

Sejumlah pemain, yang rata-rata telah mewakili klub seperti Palmeiras dan Botafogo di Brasil, membantu bangsa itu untuk mencatatkan kemenangan untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Tapi mereka sekarang telah dilarang berpartisipasi dalam Piala Asia AFC 2023 setelah penyelidikan bersama oleh Konfederasi Sepakbola Asia dan FIFA.

Mereka menemukan dokumen-dokumen palsu yang menunjukkan pemain itu memiliki keturunan Timor Timur, dengan satu atau kedua orang tua mereka lahir di negara ini.

Tiga dari pemain Brasil dengan dokumen dipalsukan itu bermain pada kemenangan pertama tim nasional atas Kamboja pada tahun 2012, dengan enam bermain pada kemenangan babak kualifikasi Piala Dunia pada tahun 2015.

AFC memerintahkan 29 hasil pertandingan dibatalkan, sementara tujuh pertandingan ada di bawah yurisdiksi FIFA.

Di antara pemain terdapat bek Diogo Santos Rangel, yang memulai karir seniornya di Vasco da Gama dan Palmeiras. Juga ada Fellipe Bertoldo, gelandang untuk Botafogo pada tahun 2014, dan Jaime Braganca, yang telah mewakili klub Portugal Maritimo dan klub Bulgaria Chernomorets Burgas.

Tim yang dijuluki ‘Little Samba Nation’, hanya bisa mencatatkan lima kemenangan dalam periode 14 tahun.

Sebanyak 36 pertandingan yang diteliti memiliki periode antara Juli 2012 hingga Oktober 2015, meskipun dalam sebuah pernyataan AFC mengatakan bahwa mereka¬†“menyadari” tim itu tidak memenuhi syarat pada peristiwa sebelumnya tetapi “tidak dapat mengambil data susunan pemain tim untuk pertandingan tersebut”.