Buntut Ledakan di Dortmund, Laga di Bayern Munchen Dijaga Ketat

Buntut dari peristiwa ledakan di Borussia Dortmund, jadwal pra-pertandingan Real Madrid direvisi dan pengamanan pun ditingkatkan.

Liga Champions  - Buntut Ledakan di Dortmund, Laga di Bayern Munchen Dijaga Ketat

Buntut dari peristiwa ledakan di Borussia Dortmund, jadwal pra-pertandingan Real Madrid direvisi dan pengamanan pun ditingkatkan.

Berita Bola, Liga Champions – Sebagai bagian dari pengamanan, petugas pun mengerahkan beberapa anjing pelacak bom untuk memeriksa keamanan bis sebelum digunakan rombongan tim tamu.

Kepolisian kota Munich mengabarkan Rabu (12/4) pagi waktu setempat, tak ada indikasi ancaman yang bisa membahayakan Bayern Munchen maupun Real Madrid dalam pertandingan di Allianz Arena, Rabu malam waktu setempat atau Kamis (13/4) dinihari WIB nanti.

Meski telah dinyatakan aman, langkah-langkah pengamanan tetap ditingkatkan menyusul terjadinya tiga kali ledakan di sekitar bus tim Borussia Dortmund, Selasa (11/4) petang waktu setempat. Saat peristiwa itu terjadi, rombongan bus tersebut tengah menuju stadion Signal Iduna Park, untuk lakoni leg pertama perempatfinal Liga Champions melawan AS Monaco.

Untuk mengantisipasi berbagai hal yang tak diinginkan, pihak pengamanan kerahkan personil kepolisian lebih banyak. Jumlahnya bahkan dikabarkan meningkat hingga 370-450 orang petugas.

Untuk pertama kalinya dalam kunjungan Real Madrid ke Jerman, mereka mendapat pengawalan polisi ketika akan menuju ke stadion. Menurut laporan El Mundo, para pemain juga telah diminta untuk duduk jauh dari jendela bus, guna hindari insiden seperti yang dialami Marc Bartra.

Skuad Real Madrid mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, saat mereka berangkat latihan di stadion Allianz Arena dan saat kembali ke hotel Hilton Park, tempat mereka menginap. Pada Rabu pagi pun, para pejabat Real Madrid mengadakan pertemuan dengan petugas pertandingan dari UEFA dan delegasi stadion, untuk membicarakan langkah-langkah keamanan ketika pertandingan digelar.

LEAVE A REPLY