Enam Alasan Mengapa PSG Kalah Telak 6-1

7190

Ada enam alasan mengapa PSG bisa kelihatan seperti tim amatiran melawan Barcelona tadi malam, kalah 6-1 setelah menang empat nol di leg pertama.

Liga Champions  - Enam Alasan Mengapa PSG Kalah Telak 6-1

Adubola.com – Ada enam alasan mengapa PSG bisa kelihatan seperti tim amatiran melawan Barcelona tadi malam, kalah 6-1 setelah menang empat nol di leg pertama.

Barcelona menang 6-1 tadi malam, utamanya berkat tiga gol di menit-menit akhir pertandingan. Dua gol dari Neymar, satu dari Sergi Roberto, membuat mereka lolos.

Ada enam alasan mengapa PSG kelihatan main sangat buruk seperti sebuah tim amatiran melawan Barcelona tadi malam.

Pertama, Neymar tampil luar biasa. Ketiga trio MSN Barcelona sama-sama mencetak gol, dan ketiganya sama-sama kelihatan berbahaya sepanjang pertandingan. Messi tampil fantastis, namun Neymar yang benar-benar bersinar. Dia juga tampil fantastis saat melawan PSG di leg pertama, dan ia benar-benar brilian di babak kedua. Pemain Brasil itu mencetak dua gol dan memberi assist bagi gol menit terakhir yang luar biasa dari Sergi Roberto.

Liga Champions  - Enam Alasan Mengapa PSG Kalah Telak 6-1

Kedua, lini tengah Barcelona membaik jauh. Para gelandang sudah menjadi masalah besar bagi Barcelona akhir-akhir ini. Mereka benar-benar kalah di leg pertama di PSG, tapi itu tidak terjadi di leg kandang. Sergio Busquets mengendalikan bagian tengah lapangan, Andres Iniesta menciptakan sejumlah peluang, dan Ivan Rakitic memberi kehadiran energik yang menjadi ciri khasnya.

Messi, Neymar dan Suarez masing-masing mencetak gol, tapi itu adalah lini tengah yang membantu memicu kebangkitan kembali untuk Barcelona, dan mereka jauh sangat lebih baik daripada apa yang mereka tunjukkan di leg pertama.

Satu catatan mungkin: Ivan Rakitic yang kalah dalam tantangan dari Layvin Kurzawa memungkinkan dia untuk menyerahkan bola kepada Edinson Cavani, dan itu adalah gol yang bisa mengubah seluruh pertandingan.

Ketiga, sejak Barcelona kehilangan Daniel Alves, mereka masih belum menemukan orang yang tepat di posisi bek kanan. Sergi Roberto semakin mengagumkan, dan Aleix Vidal tampak seperti orang yang tepat sebelum cedera membuatnya absen selama sisa musim ini. Tetapi mereka tak pernah menemukan soliditas sesungguhnya pada posisi itu.

Luis Enrique menggunakan Rafinha sebagai bek sayap kanan terhadap PSG, tapi dia tidak berbuat banyak untuk membuat dirinya menonjol selama 76 menit. Itu adalah Sergi Roberto, yang masuk menggantikan Rafinha, yang kemudian mencetak gol kemenangan. Namun soal bek kanan ini masih terus menjadi masalah bagi Barcelona dan itu adalah masalah yang harus segera mereka pecahkan.

Liga Champions  - Enam Alasan Mengapa PSG Kalah Telak 6-1

Keempat, Barcelona sangat siap untuk melawan PSG, dan tim tamu tampak benar-benar tidak siap. Mereka sangat mengerikan di lini belakang, dan itu tidak lebih baik di lini tengah. Mereka memilih untuk bertahan, tapi semua itu sia-sia dengan kualitas pertahanan yang buruk serta ketidakmampuan untuk menahan bola ketika mereka akhirnya berhasil memenangkannya kembali.

Kelima, lini tengah PSG tak mampu mengulangi kualitas leg pertama. Itu merupakan laga luar biasa di leg pertama. Mereka membuat Barcelona kalah cepat, kalah cerdik dan kalah terampil di kandangnya di Paris. Di leg kedua, mereka tampil mengerikan. Energi itu tidak ada, kemampuan teknis menghilang, dan tiga pemain tengah PSG tampak seolah-olah mereka belum pernah ketemu satu sama lainnya.

Keenam, Edinson Cavani membuang sejumlah besar peluang. Striker ini terkenal suka meleset di depan gawang lawan. Cara kerjanya tak tertandingi, dan gerakan fantastisnya dari bola berarti dia mendapat lebih banyak kesempatan dibandingkan sejumlah striker lain, tapi ia sangat dikenal suka membuang-buang peluang di depan. Melawan Barcelona dia punya satu peluang emas (dan satu lainnya yang menghantam tiang), dan dia membuangnya. Itu seharusnya sudah menjadi gol pemenang, tapi hal itu tidak terjadi.

 

LEAVE A REPLY