RB Leipzig Ungkap Alasan Ditahan AS Monaco di Liga Champions

RB Leipzig ditahan imbang AS Monaco, 1-1, di laga perdana Liga Champions mereka, Kamis (14/9). Ini penjelasan sang pelatih, Ralph Hasenhullt.

RB Leipzig diakui gugup dalam penampilan perdana mereka di Liga Champions. Namun, pelatih mereka Ralph Hasenhullt senang melihat skuadnya bisa bermain imbang melawan AS Monaco, Kamis (14/9) dinihari tadi.

Hasenhuttl mengaku puas dengan satu poin yang dikantongi timnya dalam debut Liga Champions ini. Pelatih asal Austria itu akui timnya gugup di laga perdana tersebut.

Tim asal Jerman itu ditahan semifinalis musim lalu, AS Monaco, dan peroleh hasil imbang 1-1. Mereka terlihat agak canggung dalam bentrokan Grup G mereka dinihari tadi.

Gol Emil Forsberg yang spektakuler di babak pertama telah memberi Leipzig keunggulan di hadapan fans-nya di Red Bull Arena, yang tiketnya terjual habis. Namun, tuan rumah kebobolan saat Youri Tielemans samakan kedudukan dua menit kemudian.

Tim pendatang baru itu memiliki kesempatan lebih baik untuk menangkan pertandingan, saat Timo Werner dan Jean-Kevin Augustin mendapat peluang yang sayangnya gagal dimaksimalkan. Hasenhuttl akui, timnya tidak cukup kejam di depan gawang lawan.

“Kanu bisa hidup terus, bahkan jika kami tidak memberi mereka banyak pekerjaan,” kata Hasenhuttl, dalam situs resmi UEFA.

“Kami membuat mereka diam dan menciptakan banyak peluang. Tapi ketika Anda menjalankan penampilan kami dalam konteks debut Liga Champions UEFA, Anda bisa melihat ada sedikit ketegangan pada bola dan kami sama sekali tidak kejam dalam mengambil risiko di sepertiga terakhir.”

“Saya memilih untuk tidak menyerang dengan penyerang ekstra agar tidak mempertaruhkan lawan yang berpotensi membuat kami kebobolan lagi melawan lawan yang sangat berbahaya. Namun, kami puas dengan hasilnya.”

Tielemans yang didatangkan dari Anderlecht, dengan senang hati berhasil mencetak gol debutnya di tim barunya di Liga Champions, namun yakin timnya bisa memenangkan pertandingan.

“Saya pikir kami memiliki kesempatan untuk mencetak gol kedua saat mereka meninggalkan banyak ruang di belakang,” katanya.

“Kami seharusnya mengeksploitasi situasi itu dengan lebih baik, pertandingan yang sangat fisik dan saya pikir apa yang kami lakukan itu layak dilakukan.”