Higuain Janjikan Lebih Banyak Gol di Liga Champions

44

Striker Argentina Gonzalo Higuain setuju dengan penilaian bosnya bahwa ia harus mencetak lebih banyak gol di Liga Champions.

Liga Champions  - Higuain Janjikan Lebih Banyak Gol di Liga Champions

Gonzalo Higuain tahu bahwa dia perlu memperbaiki rekor mencetak golnya di Liga Champions dan mengatakan bahwa Juventus bertekad menebus kekalahan mereka di final musim lalu.

Striker internasional Argentina itu telah mencetak 18 gol dalam kompetisi papan atas Eropa selama karirnya di Real Madrid, Napoli dan Juventus. Lima dari 18 gol itu di antaranya datang pada musim lalu bersama klubnya saat ini, saat mereka kalah 4-1 di final lawan mantan timnya.

Dan Higuain banyak mendapat kritikan atas kekalahan timnya di final di Liga Champions musim lalu, dan dia setuju dengan pernyataan pelatih Juventus Massimiliano Allegri bahwa dia dapat memperbaiki diri dan memperbaiki catatan golnya.

“Allegri mengatakan bahwa saya perlu mencetak gol lebih banyak di Liga Champions? Dia benar,” ujar pemain berusia 29 tahun itu seperti dikutip Football Italia.

“Kami memikirkan tahun yang baru sekarang, yang akan lebih sulit dan lama. Kami termotivasi dan kami benar-benar ingin menebus kegagalan di tahun lalu.”

“Saya selalu ingin menang dan mencetak lebih banyak gol. Bahkan jika kami memenangkan Liga Champions tahun lalu, kami tidak bisa melepaskannya di musim mendatang.”

Dua gol Ronaldo di dua babak final mengecewakan harapan tim Juventus yang sempat kebobolan hanya tiga kali dalam perjalanan ke final di Cardiff, namun Higuain sangat menginginkan rekan satu timnya untuk mengubur kenangan tersebut dengan melakukannya lebih baik di musim 2017-18.

“Kami memiliki pendekatan yang sangat bagus, untuk 10 atau 15 menit pertama kami lebih baik dari Madrid,” katanya.

“Di babak kedua mereka lebih ambisius, kami santai dan mereka membantai kami. Kami harusnya bisa berbuat lebih banyak, tapi masa lalu adalah masa lalu.”

“Allegri benar saat dia mengatakan bahwa final seharusnya tidak merusak seluruh musim kami. Dalam dua hari kami berubah dari tim terbaik di Eropa menjadi biasa saja.”

“Kami tidak merasa seperti tim terbaik di Eropa, tapi kami juga bukan tim biasa. Kami bisa bertarung dengan sebaik-baiknya.”