Kedua Tim Ini Paling Sering Bertemu di Liga Champions

Pertandingan antara dua tim papan atas Eropa ini, ternyata jadi laga yang paling sering dimainkan di Liga Champions. Sementara, sejumlah pemain mereka juga pernah memperkuat keduanya.

Pertandingan antara dua tim papan atas Eropa ini, ternyata jadi laga yang paling sering dimainkan di Liga Champions. Sementara, sejumlah pemain mereka juga pernah memperkuat keduanya.

Berita Bola, Liga Champions – Laga tersebut adalah pertemuan antara Bayern Munchen dan Real Madrid. Keduanya jadi tim yang paling sering bertanding dalam sejarah Liga Champions.

Selain itu, tiga pemain ke dua kesebelasan itu juga pernah sama-sama saling memperkuat keduanya. Mereka adalah Toni Kroos, Arjen Robben dan Xabi Alonso. Baik Xabi dan Robben, pernah sama-sama membela Real Madrid sebelum gabung Bayern.

Sedangkan Toni Kroos, merupakan jebolan akademi Bayern Munchen yang sudah membela klub Bavaria itu sejak masih usia dini. Sementara pelatih Bayern Munchen saat ini, Carlo Ancelotti, juga pernah memandu Real Madrid sebelumnya.

Di sepanjang sejarah Liga Champions, Bayern Munchen dan Real Madrid tercatat sudah bertemu dalam 17 kali pertandingan. Dan, kedua tim raksasa ini juga punya catatan yang hampir identik.

Sejak pertemuan pertama mereka di babak kedua penyisihan grup di Liga Champions musim 1999/2000, Bayern sudah menang delapan kali atas Real Madrid. Sedangkan Madrid, kantongi tujuh kali menang atas Bayern dan satu kali imbang.

Dan di pertandingan terakhir ke dua tim ini bertemu, di mana saat itu Real Madrid masih diasuh Ancelotti – raksasa Spanyol itu berhasil menang agregat 5-0 atas Bayern. Kedua tim pertama kali bertemu 17 musim lalu, di babak kedua penyisihan grup.

Bayern berhasil mencapai final di musim sebelumnya – namun kalah dari Manchester United di masa injury. Sementara Real Madrid, 12 bulan sebelumnya mengangkat trofi Liga Champions.

Namun, Die Roten ternyata lebih baik dalam dua pertandingan kedua tim sebelumnya. Bayern catatkan kemenangan 4-2 di Madrid yang diikuti kemenangan lagi, 4-1, di kandangnya di penyisihan grup musim 1999/00 tersebut.

Namun, ada cerita berbeda saat mereka bertemu di semifinals. Nicolas Anelka bukukan gol tandang dan kandang saat Real Madrid menang 2-0 dan kalah 1-2 untuk mencapai babak semifinal kedua dalam waktu tiga tahun. Hanya 12 bulan kemudian, mereka bertemu lagi di babak yang sama, namun meraih hasil berbeda.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here