Pelatih Persiba Hargai Sepiring Nasi Goreng Rp5 Juta

Ini terkait aturan ketat yang diterapkan pelatih baru Persiba Balikpapan, Milomir Seslija, kepada skuadnya. Harapannya, para pemain tim Beruang Madu itu akan makin profesional dalam karir sepakbolanya.

Ini terkait aturan ketat yang diterapkan pelatih baru Persiba Balikpapan, Milomir Seslija, kepada skuadnya. Harapannya, para pemain tim Beruang Madu itu akan makin profesional dalam karir sepakbolanya.

Berita Bola, Liga Inggris – Seslija terapkan aturan yang lumayan ketat terkait makanan. Di antaranya melarang para pemainnya mengonsumsi nasi goreng. Kalau melanggar, Seslija akan jatuhkan sanksi denda yang sangat besar untuk ukuran sepiring nasi goreng, yakni sebesar Rp5 juta per piring!

Aturan seperti ini sebelumnya juga diberlakukan Seslija, saat pelatih yang biasa disapa Milo itu masih melatih Arema FC. Adapun alasan diterapkannya larangan ini, adalah karena pelatih itu tak suka dengan makanan yang banyak mengandung minyak. Ia menilai, makanan itu buruk untuk kesehatan dan penampilan pemain saat bertanding.

“Kami semua satu keluarga. Barangkali akan ada pemain yang tak suka pada saya, tapi saya tetap berpikir kami ini satu tim. Semua masalah yang terjadi di klub, akan kami tanggung bersama-sama. Semuanya obyektif dan kami tanggung sama-sama,” tandas Milomir Seslija dalam situs resmi Persiba Balikpapan.

Aturan soal nasi goreng itupun kini masuk dalam tata tertib klub. Para pemain Persiba juga sudah mengetahuinya, termasuk mengenai jadwal latihan, waktu istirahat dan menu makanan.

“Program tim akan saya buat semuanya. Jadwal dibuat agar kita sama-sama saling menyayangi dan tidak untuk membunuh satu sama lain. Kalau saya tahu ada pemain yang makan nasi goreng, maka dia akan saya denda lima juta rupiah,” tegas Seslija.

“Saya di sana (Malang) banyak kawan. Kalau ada pemain saya yang makan nasi goreng, lalu ada kawan saya yang kirim fotonya, maka saya akan denda pemain itu. Selain itu, jangan pula ada pemain yang minum minuman bersoda,” tambahnya.

Selain nasi goreng dan minuman bersoda, Seslija juga melarang para pemainnya menggunakan ponsel sebelum pertandingan, di saat makan bersama dan ketika menuju stadion. “Setelah pertandingan, baru pemain bebas bermain handphone. Karena, saya mau para pemain saya berikan 120 persen perhatiannya ketika di lapangan,” ujar Seslija.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here