Arsene Wenger Janji Arsenal Kejar Gelandang Monaco Lagi

Arsene Wenger telah mengkonfirmasi tawaran Arsenal € 100 juta (1,58 trilyun) untuk pemain Monaco Thomas Lemar dan mengatakan klub tersebut akan mencoba untuk mendatangkannya lag

Liga Inggris  - Arsene Wenger Janji Arsenal Kejar Gelandang Monaco Lagi

Arsene Wenger telah mengkonfirmasi tawaran Arsenal € 100 juta (1,58 trilyun rupiah) untuk pemain Monaco Thomas Lemar pada tenggat waktu transfer dan mengatakan klub tersebut akan mencoba untuk mendatangkannya lagi

Diberitakan oleh ESPN FC bahwa Arsenal telah menerima tawaran £ 55 juta (951 milyar rupiah) ditambah tambahan 5 juta poundsterling (86 milyar rupiah) dari Manchester City untuk pemain sayap Alexis Sanchez, yang kontraknya akan habis musim panas mendatang, namun kesepakatan tersebut bergantung pada Arsenal yang harus menemukan penggantinya terlebih dulu.

Seorang sumber mengkonfirmasi kepada ESPN FC pada hari Kamis pekan lalu bahwa Arsenal telah membuat tawaran rekor tranfser klub untuk Thomas Lemar tidak lama sebelum jendela transfer ditutup.

Namun, Lemar, yang mencetak dua gol di babak kualifikasi Piala Dunia Prancis melawan Belanda malam itu, akhirnya menolak kesepakatan tersebut.

Dan Wenger, yang tampil sebagai tamu di Telefoot pada hari Minggu, mengungkapkan bahwa The Gunners memang mengajukan tawaran besar untuk Thomas Lemar dan mereka akan mencoba untuk mengontraknya lagi dalam beberapa bulan mendatang.

“€ 100 juta untuk Lemar? Ya semua benar, saya menginginkannya,” kata Wenger. “Tapi dia memutuskan untuk tinggal di Monaco.”

Wenger kemudian menambahkan: “Kami akan kembali untuknya!”

Awal pekan ini, Wenger memastikan bahwa Lemar telah menolak langkah tersebut, setelah kedua klub menyetujui biaya transfer, namun sang pemain menolak untuk pindah.

“Pemain telah memilih untuk tinggal di Monaco,” kata Wenger kepada beIN. “Saya tidak ingin berbicara terlalu banyak. Anda harus menghormati apa yang sebenarnya terjadi di sisi lain dalam negosiasi.”

“Saya tahu kami hidup di era transparansi, tapi pada tahap tertentu untuk menghormati semua orang, Anda harus tidak terlalu banyak membicarakannya.”