Ketua Bayer Munchen Komentari Performa Buruk Manchester City Musim Ini

20

Ketua Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge menegaskan Pep Guardiola tidak bisa disalahkan atas performa yang tidak memuaskan dari Manchester City musim ini.

Liga Inggris  - Ketua Bayer Munchen Komentari Performa Buruk Manchester City Musim Ini

Ketua Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge menegaskan Pep Guardiola tidak bisa disalahkan atas performa yang tidak memuaskan dari Manchester City musim ini.

Adubola.com – Pep Guardiola telah membawa Bayern Munchen meraih tiga gelar Bundesliga secara berturut-turut selama kariernya di Allianz Arena.

Dan pencapaian Guardiola bersama skuad Die Roten sangat diharapkan dapat terulang di Stadion Etihad setelah kedatangannya di Inggris.

The Citizens hanya menduduki posisi kelima di Liga Primer Inggris setelah melakoni 21 pertandingan, dan sudah membuntuti pemimpin klasemen Chelsea dengan selisih 10 poin.

Rummenigge percaya akan salah untuk mengkritik Guardiola dan mengatakan City tidak memiliki pilihan kecuali untuk memasuki bursa transfer.

“Anda tidak bisa menyalahkan Pep untuk apa pun. Manchester City akan bersabar,” ujar Rummenigge kepada media ternama Jerman, Bild.

“Mereka tidak memiliki pilihan lain selain untuk memasuki bursa transfer dan membawa beberapa pemain berkualitas untuk memberikan Pep kesempatan menjadi sukses.”

“Tidak ada banyak kualitas individu di Manchester City seperti saat ia melatih Barcelona atau Bayern.”

Tapi Rummenigge telah memperingatkan Guardiola bahwa Bayern tidak berniat menjual salah satu pemain bintang mereka.

“Kami akan menyimpan semua pemain terbaik kami di sini dan tidak mengizinkan siapa pun untuk pergi,” tambahnya.

“Kami memiliki tujuan yang sama dengan Real Madrid, Barcelona, ​​Chelsea dan Juventus dan kami membutuhkan pemain yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Uang tidaklah penting.”

Rummenigge merasa kurangnya kualitas individu di City bukan hanya masalah yang dihadapi Guardiola, dan ia mengatakan bahwa Guardiola menghadapi tugas berat untuk tetap setia pada filosofinya sendiri.

“Hal ini menjadi jauh lebih sulit di Inggris karena semua klub telah menginvestasikan banyak uang,” lanjut pria berusia 61 tahun tersebut.

“Dan semuanya lebih rumit di Manchester City daripada di Barcelona dan Bayern Munchen. Ada budaya sepakbola yang berbeda di Inggris. Di Inggris jauh lebih mengutamakan fisik dan semuanya tentang kick and rush. Yang membuat sulit untuk menerapkan filosofi Pep ini.”