David De Gea Sangat Ingin Menangkan Piala Yang Satu Ini

David De Gea mengungkapkan bahwa ia benar-benar ingin memenangkan piala tersebut musim ini bersama Manchester United, karena itu satu-satu piala domestik yang belum ia memiliki.

David de Gea - Manchester United

David De Gea mengungkapkan bahwa ia benar-benar ingin memenangkan piala tersebut musim ini bersama Manchester United, karena itu satu-satu piala domestik yang belum ia memiliki.

Adubola.com – Manchester United berada di posisi atas saat menuju ke semifinal EFL Cup leg kedua mereka pada Kamis malam waktu setempat.

Pada leg pertama Setan Merah mengalahkan Hull City 2-0 di Old Trafford awal bulan ini berkat gol Juan Mata dan Marouane Fellaini. Dapatkah skuad asuhan Jose Mourinho menghindari kekalahan besar di Stadion KCOM, untuk menjamin tempat mereka di Wembley.

The Red Devils telah memenangkan EFL Cup empat kali dalam sejarah mereka, yang terakhir mereka menangkan pada tahun 2010 ketika mereka mengalahkan Aston Villa 2-1 di final.

De Gea tiba datang ke klub setahun kemudian, memenangkan gelar Premier League, Piala FA dan tiga Community Shields pada waktu itu, tetapi Piala Liga belum berhasil dia dapatkan sejauh ini.

Dengan MU sekarang difavoritkan untuk mencapai Wembley, kiper berusia 26 tahun, dengan bayaran 200.000 pounds per minggu di Old Trafford, telah mengungkapkan ambisinya untuk mengangkat trofi.

“Ini adalah pertandingan yang spesial, jika kami menang, kami akan berada di Wembley untuk melakoni partai final lagi,” kata De Gea kepada MUTV (melalui situs resmi klub). “Saya benar-benar ingin memenangkan pertandingan itu. Saya belum memiliki medali pemenang Piala Liga (EFL Cup) dan saya akan merasa sangat senang jika kami menang.’

“Kami selalu lapar. Kami adalah Manchester United. Kami selalu berusaha untuk berada di final di Wembley karena kami selalu ingin menang.”

De Gea telah membuat mencatatkan tujuh clean sheets dan melakukan rata-rata 1,73 penyelamatan per laga dalam 22 penampilan Premier League musim ini, dimana catatan tersebut membawa MU duduk di urutan keenam dengan 41 poin, empat poin di bawah peringkat empat besar.