Ini Cara Antonio Conte Gembleng Skuad Chelsea

153

Transformasi Antonio Conte yang membuat Chelsea menjadi juara utama Liga Premier dalam 12 bulan terakhir, dikukuhkan lewat kemenangan di West Bromwich Albion lewat gol tunggal pemain pengganti, Michy Batshuayi.

Liga Inggris  - Ini Cara Antonio Conte Gembleng Skuad Chelsea

Liga Inggris – Transformasi Antonio Conte yang membuat Chelsea dari juara bertahan menjadi juara utama Liga Premier dalam 12 bulan terakhir, akhirnya ditutup dengan kemenangan di West Bromwich Albion – sebuah kisah sukses yang luar biasa di musim perdananya di Liga Premier.

Pelatih berusia 47 tahun itu sebelumnya warisi sebuah skuad yang turun ke peringkat 10 dari yang sebelumnya klub juara, sepeninggal manajer Jose Mourinho. Tapi Conte berhasil mendongkrak semangat skuad the Blues untuk tampil mentereng di musim ini, dan kembali ke posisi teratas Liga Premier.

Lalu, apa sebenarnya yang dilakukan pelatih asal Italia ini untuk kembalikan mahkota juara Liga Premier ke Stamford Bridge?

Pemandangan ini terjadi di sebuah ruang di satu hotel di Austria, 16 Juli 2016. Saat itu, para pemain Chelsea turun dari kamar mereka untuk makan jelang pertandingan persahabatan melawan Rapid Vienna, tak lama setelah Conte resmi jadi pelatih di Stamford Bridge.

Meja prasmanan skuad Chelsea biasanya dipenuhi menu ayam, pasta, pizza, roti isi, telur orak-arik dan salad. Tapi saat itu, pandangan skuad Chelsea tertuju pada beberapa jenis kacang-kacangan, biji-bijian dan buah kering.

Seketika, beberapa pemain tampak kebingungan. Mereka berbalik dan pergi, serta berpikir bahwa mereka telah masuki ruangan yang salah. Mereka pun segera kembali ke kamar masing-masing.

Conte, seperti yang telah dia lakukan sejak hari pertama di Stamford Bridge, uraikan secara rinci dan sesuai pengalaman pribadinya, mengapa penganan itulah yang disuguhkan. Conte jelaskan, makin lama satu makanan dicerna oleh perut, maka itu akan menimbulkan risiko bertambahnya berat badan pemain, paling sedikit setengah kilogram jelang pertandingan.

Aturan itu ternyata benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pemain Chelsea. Mereka merasa tampil lebih bugar, lebih sehat dan lebih siap untuk berbagai pertandingan, termasuk musim depan.

Saat Chelsea bermain Los Angeles untuk lanjutkan program pramusim, perhatian Conte terhadap hal-hal detil makin nyata. Pelatih asal Italia menggelar sesi latihan yang cukup sulit, terkadang bahkan bermain dalam suhu 30 derajat.

Hasilnya, ini berguna untuk melatih kecepatan berlari para pemainnya di lapangan. Conte pun lebih suka menjadi pelatih kepala yang terlibat dalam pelatihan anak asuhnya, ketimbang sekedar menjadi manajer. Conte juga tetap lakukan analisa video, dan Conte lakukan analisa dengan cermat dan teliti pada setiap aspek latihan, persiapan, dan permainan skuadnya.

 

LEAVE A REPLY