Jose Mourinho Optimis Manchester United Juara di Musim Ini

Manajer Manchester United Jose Mourinho selalu sukses di setiap musim keduanya melatih klub. Kini, ia yakin mampu lanjutkan siklus tersebut.

Jose Mourinho

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, percaya bisa mengulang tren positif di masa lalunya pada setiap musim kedua bersama sebuah klub. Kini, Mourinho pun yakin bisa mempertahankan rekor musim keduanya itu bersama Manchester United.

Manajer asal Portugal itu meraih gelar juara di musim kedua saat ia mengasuh FC Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid dan Chelsea di periode keduanya melatih klub asal London itu. Kini, ia merasa siklus kesuksesannya itu bisa berlanjut di musim ini bersama United.

Sebagai jaminan, Mourinho yakin pramusim dan kesuksesan yang menggembirakan di Liga Europa musim lalu bisa mendorong timnya untuk meraih sukses yang lebih tinggi. “Bukan karena saya selalu melakukannya (menangkan gelar liga di musim kedua), lalu saya akan melakukannya lagi,” ujar Mourinho.

“Tidak ada jaminan. Tapi tentu saja, seorang manajer di musim keduanya sudah mengenal klub dan para pemainnya dengan lebih baik,” tambahnya.

“Kami jalani pramusim yang lebih baik dari tahun lalu dan kami punya tingkat kepercayaan dari sebuah tim yang telah menangkan kompetisi Eropa dan akan kembali ke Liga Champions. Saya punya kondisi yang lebih baik untuk hasilkan musim yang juga lebih baik daripada yang pertama,” tegas Mou.

Untuk mencapai kesuksesan di dalam negeri, manajer berusia 54 tahun itu sadar pihaknya butuh produktivitas gol yang lebih baik. Sementara, United mencetak gol paling sedikit dibandingkan tujuh tim yang lolos ke Eropa dari Liga Premier musim lalu, dengan 54 gol. Atau, 32 gol lebih sedikit dibandingkan yang tertinggi yang diraih Tottenham Hotspur.

Zlatan Ibrahimovic jadi pemain tunggal yang bisa mencetak dua digit gol di liga dengan 17 gol. Sementara Juan Mata dan Wayne Rooney, jadi yang terbaik berikutnya dengan enam gol.

“Apa yang saya miliki di klub lain, lebih banyak pemain yang mencetak gol. Gelandang yang bisa mencetak gol, bek sentral yang juga mencetak gol,” kata Mourinho.

“Kami selalu memiliki lebih banyak gol dengan pemain sayap, gelandang mencetak 10 gol, bek tengah mendapat lima gol dan musim lalu yang tidak banyak terjadi. Kami fokus pada striker yang bisa mencetak gol, dan jika itu tidak terjadi kami dalam masalah,” tandasnya.