Liverpool Bikin Kesalahan Besar Jual Bek Terbaik

Liverpool bikin kesalahan besar dengan relakan bek terbaiknya gabung ke Crystal Palace di bursa transfer musim panas.

Mamadou Sakho

Menurut legenda Liverpool, Phil Thompson, mantan klubnya tersebut telah membuat kesalahan besar dengan biarkan Mamadou Sakho gabung Crystal Palace pada bursa transfer musim panas.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, isyaratkan pada musim panas ini bahwa Mamadou Sakho masih bisa bangkit di Anfield setelah ia disisihkan dari skuad The Reds karena tindakan indisipliner pada tur pramusim 2016.

Namun, Palace akhirnya berhasil kumpulkan banyak uang untuk penuhi harga yang diminta Liverpool untuk mantan bek Paris Saint-Germain itu di menit-menit akhir bursa transfer musim panas yang baru lalu.

Meski Sakho tampil memukau saat dipinjamkan ke Palace pada paruh kedua musim lalu, tapi performanya itu tidak membuat Klopp terkesan dan tetap ingin menyingkirnya dari Anfield.

Kesengsaraan lini pertahanan The Reds telah mendapat banyak kritik dalam beberapa pekan terakhir, di mana Klopp juga mengakui bahwa dia muak karena skuadnya kebobolan dengan cara yang sama berkali-kali.

Thompson yakin, mantan klubnya itu tak memiliki pemain yang punya kegigihan seperti Sakho, yang dianggapnya sebagai pilihan terbaik untuk lini belakang The Reds. “Bek terbaik kami di awal musim ini telah diizinkan pergi,” ujar Thompson kepada Sky Sports.

“Mamadou Sakho itu bek terbaik kami. Dia seorang pejuang, petarung, pemain yang bersedia berikan segalanya, dan Anda dapat melihatnya saat ia bermain bersama Crystal Palace musim lalu,” tambahnya.

“Dia bermain seperti itu saat di Liverpool. Saya tahu ada pemain yang menurun di dunia sepakbola sepanjang waktu, tapi seharusnya mereka mengakhiri perselisihannya dengan Sakho, melarangnya bermain selama tiga atau empat bulan dan kemudian membawanya kembali ke tim,” tandasnya.

“Dan sekarang mereka gagal dapatkan (bek Southampton Virgil) Van Dijk, jadi seharusnya mereka mempertahankan Sakho. Dejan Lovren, Joel Matip dan Ragnar Klavan juga pemain bagus, tapi mereka semua bukanlah petarung,” tegas Thompson.