Liverpool Kalah Telak, Pemain Ini Terima Ancaman Mati

Pemain Liverpool yang terima ancaman mati itu dapat gaji Rp 1,7 Milyar seminggu. Dan ia main seperti amatiran.

Dejan Lovren, Tottenham Hotspur vs Liverpool
Dejan Lovren, Tottenham Hotspur vs Liverpool

Dejan Lovren punya hari yang buruk saat membela Liverpool di stadion Tottenham Hotspur pada Minggu malam WIB.

Butuh waktu hanya empat menit bagi striker Tottenham untuk unggul 1-0 di Wembley Stadium saat laga Liga Inggris melawan Liverpool, tadi malam.

Dan untuk membuat hari Liverpool menjadi semakin buruk, Son Heung-min menggandakan keunggulan Tottenham dalam waktu kurang dari 10 menit kemudian. Sekali lagi itu gara-gara kesalahn Lovren.

Bek itu mencoba membersihkan satu umpan panjang dari Hugo Lloris tapi gagal menyambar bola sehingga memungkinkan Harry Kane berlari bebas ke arah gawang.

Striker itu dengan tidak egois menyerahkan bola itu ke Son Heung-min yang menyelesaikan gol itu tanpa kesalahan.

Sementara Mohamed Salah membalaskan satu gol bagi tim tamu empat menit kemudian, hal itu tidak menghentikan Jurgen Klopp untuk melakukan penggantian dini secara drastis dan provokatif. Ia menarik keluar Lovren hanya setelah 34 menit di lapangan dan kemudian menggantinya dengan Alex Oxlade-Chamberlain. 34 MENIT! Manajer mana yang melakukan hal semacam ini, memicu spekulasi kemarahan Jurgen Klopp atas kesalahan-kesalahan si pemain Kroasia tersebut.

Karir Lovren di Liverpool sudah tamat. Tidak akan pernah lagi Klopp menurunkannya sebagai starter setelah ini. Namun ia juga mungkin kesulitan menemukan klub baru. Siapa yang mau mempekerjakan pemain yang bermain sepak bola seperti amatiran? Ingat bahwa ia memperoleh gaji sebesar 100.000 pound per minggu, setara Rp 1,7 Milyar, yang membuat sulit siapa pun yang hendak merekrutnya.

Dan fans setia Anfield menghajar habis si pemain itu di Twitter. Ada pula ancaman mati terhadapnya, seperti yang pernah diterimanya di masa lalu.

Lihat sendiri rekaman pertandingan soal kesalahan-kesalahan Lovren di bawah ini. Ia mengenakan jersey No 6. Lihat ketika melihat bola melambung mengancam timnya, ia cuma menoleh ke belakang, berharap ada keajaiban:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here