Jurgen Klopp Tak Khawatir Liverpool Lama Puasa Gelar

Manajer Jurgen Klopp mengaku tak ada tekanan tambahan jelang pertandingan babak ketiga Piala EFL saat ia harus akhiri kekeringan gelar di Liverpool.

The Reds belum mengangkat trofi sejak 2012. Namun, manajer itu malah mengaku tak khawatir, ia bahkan tidak cemas melihat performa para rivalnya di Liga Premier.

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, dia tak merasa ada tekanan tambahan memasuki pertandingan babak ketiga Piala EFL saat ia berusaha akhiri kekeringan gelar di Liverpool.

Titel terakhir The Reds di kompetisi ini terjadi pada tahun 2012 lalu. Klopp memandangnya sebagai kesempatan dan tantangan untuk akhiri penantian mengangkat trofi lagi, dengan bersikeras bahwa tak ada tekanan bagi dirinya.

Manajer asal Jerman itu juga mengklaim, pihaknya tidak bisa habiskan terlalu banyak waktu untuk khawatirkan performa rivalnya, Manchester City dan Manchester United, yang sudah lima poin di atas The Reds di klasemen Liga Premier.

Klopp sempat ditanya apakah dia merasa berada di bawah tekanan tambahan menjelang menghadapi Leicester City di Piala EFL, Rabu (20/9) dinihari nanti. “Bagi saya, tidak, saya tidak yakin ada tekanan pada kami, saya tidak merasa tertekan,” jawab Klopp.

“Saya merasa ada kesempatan, saya rasakan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang sangat bagus. Saya melihat kesempatan untuk memenangkan sebuah kompetisi piala yang sangat menarik,” ujarnya.

“Saya mungkin memiliki tekanan, ya, tapi itu tidak bisa lebih besar dari tekanan yang saya lakukan pada diri saya sendiri – dan saya terbiasa dengan hal itu. Itulah yang kami coba lakukan,” tambah Klopp.

“Saya menonton pertandingan United dan City karena menarik untuk dilihat, tapi bukan tugas saya untuk menghitung poin dan mengatakan ‘sekarang mereka memiliki keunggulan ini’,” tegasnya.

“Mereka jelas dalam kondisi dan momen yang baik, tapi musim kadang seperti ini. Selama Anda benar-benar fokus, selama Anda siap, selama sikap Anda 100 persen, Anda tidak perlu lihat tim lain,” tambah mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.