Ngambek, Wasit Terbaik Inggris Pindah ke Arab Saudi

Adubola.com – Seorang wasit terbaik Liga Inggris ngambek dan memutuskan keluar dari Premier League serta pindah ke Arab Saudi UNTUK SELAMANYA di sisa karirnya.

Mark Clattenburg

Adubola.com – Seorang wasit terbaik Liga Inggris ngambek dan memutuskan keluar dari Premier League serta pindah ke Arab Saudi UNTUK SELAMANYA di sisa karirnya.

Mark Clattenburg berhenti dari pekerjaannya sebagai wasit Liga Inggris guna mengambil posisi serupa di Arab Saudi setelah merasa tak cukup didukung di Premier League.

Wasit berusia 41 tahun itu secara luas dianggap sebagai salah satu wasit terbaik di dunia sepak bola, bukan hanya di Inggris, dan ia memimpin final Euro 2016, final Liga Champions dan final Piala FA musim lalu.

Pada bulan Desember, Mark Clattenburg pernah mengatakan ia akan mempertimbangkan untuk menjadi wasit di Liga Super China. Tapi rupanya Arab Saudi lebih menggodanya.

Ia dipastikan akan mundur dari ajang kompetisi Liga Inggris sebelum dimulainya putaran berikutnya dari Premier League pada 25 Februari.

Menurut Phil Cadden dari koran The Sun, setelah mencoba untuk membebaskan dirinya dari kontraknya dengan PGMOL atau Perusahaan Terbatas Ofisial Pertandingan Profesional pada akhir tahun lalu, wasit berusia 41 tahun itu akan pergi untuk selamanya.

Keputusannya itu disebabkan ia merasa frustrasi oleh kurangnya dukungan: “[Clattenburg] tidak bahagia dengan manajemen PGMOL, cara perusahaan itu dijalankan, gaya manajemen dari Mike Riley serta kurangnya dukungan dan kualitas pembinaan yang ditawarkan.”

Sebuah pengumuman resmi diharapkan akan dilansir dalam beberapa jam lagi, Kamis tengah malam WIB.

Clattenburg pertama kali menjadi wasit Football League saat berusia 25 tahun pada tahun 2000. Empat tahun kemudian, ia dipromosikan ke Premier League.

Seperti halnya banyak wasit lainnya, ia tidak asing dengan berbagai kontroversi. Pada tahun 2008, Clattenburg diskors menyusul penyelidikan atas dugaan ia berutang hampir Rp 1 Milyar sebagai akibat dari sebuah usaha bisnis yang gagal, dan kemudian statusnya wasit elit-nya dicabut.

Tapi ia kemudian banding pada bulan Februari 2009, dan hukumannya dikurangi menjadi suspensi delapan bulan, dihitung sejak Agustus 2008.

Pada bulan Oktober 2014, ia diskorsing dari tugas wasit untuk dua pelanggaran aturan – berbicara di telepon dengan Neil Warnock, yang kemudian menjadi bos Crystal Palace, sebelum meninggalkan stadion sendirian untuk pergi ke konser musik Ed Sheeran.

PGMOL yang memayungi wasit-wasit Liga Inggris mengharuskan ofisial untuk melakukan perjalanan ke dan dari stadion laga bersama-sama untuk menjaga integritas dan keamanan mereka.