Pemain Ini Minta West Ham United Selamatkan Karirnya

Bintang asal Inggris, Jack Wilshere, memohon pada West Ham United agar membantunya selamatkan karirnya di Arsenal.

Jack Wilshere

Bintang lini tengah Arsenal, Jack Wilshere, tinggal menyisakan kontrak satu tahun lagi di Emirates Stadium saat ini. Namun, The Gunners tak berusaha membuka pembicaraan soal kesepakatan baru dengan pemain 25 tahun itu.

Wilshere dipinjamkan ke Bournemouth musim lalu, dan diperkirakan akan tinggalkan Arsenal di bursa transfer terakhir. Tapi, West Ham United mundur dari perburuan tanda tangan Wilshere.

Pasalnya, Arsenal meminta 20 juta poundsterling atau sekitar Rp358 miliar untuk jasanya. The Hammers menilai, patokan harga itu terlalu tinggi bagi seorang pemain yang rentan cedera.

Wilshere kembali beraksi untuk The Gunners pada Jumat (15/9) dinihari WIB, saat manajer Arsene Wenger mainkannya di menit ke-68 dalam laga melawan FC Koln di laga pembuka Liga Europa.

Tapi, meski tampil mengesankan, Wenger kembali membangkucadangkan Wilshere dalam laga imbang 0-0 melawan Chelsea, Minggu (17/9). Sang pelatih lebih memilih mainkan pemain muda, Ainsley Maitland-Niles, yang baru bermain di Liga Premier selama dua menit dari bangku cadangan.

Pelecehan itu telah mengirim pesan yang jelas pada Wilshere bahwa ia tak punya masa depan di Arsenal. Tapi, dia berharap bisa membujuk West Ham, yang pernah didukungnya saat masih kanak-kanak, dan meminta klub itu untuk memboyongnya pada Januari mendatang.

Sementara itu bek tengah Arsenal dari Jerman, Shkodran Mustafi, mengklaim hasil seri di Stamford Bridge bisa menjadi titik balik.

Tim Meriam London bisa saja menangkan pertandingan jika tembakan Aaron Ramsey tak membentur tiang gawang dan tendangan rebound dari jarak dekat Alexandre Lacazette mampu melewati kiper Chelsea.

Mustafi yang gol sundulannya di babak kedua dibatalkan karena offside mengatakan, “Kami tim yang bersedia untuk belajar.”

“Kita harus mencoba dan membangun dari sesuatu dan saya pikir kita bisa membangun dari penampilan kami ini, karena kita benar-benar terorganisasi dengan baik saat kita tidak menguasai bola,” ujarnya.

“Ketika kami memiliki bola, kami memainkan sepak bola dengan satu sentuhan yang brilian. Saya pikir kita bisa membangun tim dari sini,” tambah Mustafi.