Pemain Ini Ragukan Kemampuan Manajer West Ham United

Pemain sayap West Ham United, Robert Snodgrass, mengaku curiga dengan kemampuan sang pelatih, Slaven Bilic.

Liga Inggris  - Pemain Ini Ragukan Kemampuan Manajer West Ham United

Robert Snodgrass menyesal gabung ke West Ham United pada Januari lalu. Pasalnya, ia tak yakin dengan kemampuan pelatih Slaven Bilic yang saat ini terus gagal menang di tiga pertandingan beruntun.

Saat ini, pemain berusia 29 tahun itu gabung dengan Aston Villa sebagai pemain pinjaman, usai diboyong West Ham dari Hull City pada bursa transfer musim dingin.

Snodgrass merasa ada yang salah sebelum ia lakoni laga debutnya di West Ham, dalam laga melawan Manchester City yang berakhir dengan kekalahan empat gol tanpa balas di kandang sendiri.

“Saya menyadari sejak saat itu, segalanya tidak akan berjalan dengan baik. Saya akan dimainkan di laga melawan Manchester City dan dia (Slaven Bilic) bilang, ‘Anda ingin dimainkan di posisi sebelah kiri atau kanan?’,” ujar Snodgrass seperti dikutip dari Herald Scotland.

“Saya lalu bilang, ‘Anda baru saja datangkan saya dan saya biasa bermain di kanan atau di belakang striker sepanjang musim di Hull City’,” tandasnya.

“Saya merasa hal itu aneh. Itu laga debut saya dan saya selalu dimainkan di sisi kiri. Alarm pun langsung berbunyi. Saya tidak tahu kenapa dia melakukan hal itu,” tambah Snodgrass.

“Saya masuk ke lapangan setelah (Dimitri) Payet keluar (lapangan), dan mungkin itu sebabnya (Bilic merasa) saya bisa bermain di sana, tapi saya hanya beberapa kali bermain di sisi kiri,” tandasnya.

“Bilic mungkin beranggapan ia telah datangkan seorang juara, tapi saya membenci posisi tersebut. Ketika Anda seorang pesepak bola Skotlandia, Anda bisa ditempatkan di posisi manapun, dan tidak masalah bermain satu atau dua pertandingan. Tapi, Anda harus bermain di posisi yang sebenarnya, khususnya setelah bisa mencetak sembilan gol untuk Hull City. Saat itu, tidak ada yang bisa mencetak lebih banyak gol bagi Hull atau West Ham,” ujar Snodgrass.

“Manajer berada dalam penuh tekanan dan saya kemudian berkata bahwa tanpa mengurangi rasa hormat saya tidak ingin melihatnya di periode tersebut.”

“Namun ketika saya berbicara kepada Bilic saya berkata seharusnya dia tahu saya bukan gelandang kiri dan seharusnya menyaksikan permainan saya sebelum membeli. Dia menjawab bahwa semua pesepak bola bisa bermain di posisi manapun.”

“Ada banyak hal bermunculan. Ada banyak janji yang tidak ditepati juga, banyak ketidakjujuran dan saya merasa ini bukan tujuan saya.”

“Saya mengenal diri saya bahwa ketika seorang manajer tahu caranya mengeluarkan performa terbaik Anda maka itu menjadi hal yang berbeda. Dan itu sebabnya saya memiliki Aston Villa. Saya ingin bekerja bersama Steve Bruce lagi.”

“Saya tidak perlu membuktikan kepada siapapun. Saya sudah mencetak hampir 100 gol sepanjang karir saya dan melakukannya dengan penuh senyuman.”