Statistik : MU Senang Clattenburg Pergi dari Inggris

137

Wasit Mark Clattenburg memilih untuk hengkang ke Arab Saudi. Kabarnya, sejumlah tim gembira dengan keputusan wasit tersebut, walaupun mucul pertanyaan mengenai standar wasit di Liga Premier yang kabarnya akan lebih buruk tanpa wasit yang satu ini.

Liga Inggris  - Statistik : MU Senang Clattenburg Pergi dari Inggris

Wasit Mark Clattenburg memilih untuk hengkang ke Arab Saudi. Kabarnya, sejumlah tim gembira dengan keputusan wasit tersebut, walaupun mucul pertanyaan mengenai standar wasit di Liga Premier yang kabarnya akan lebih buruk tanpa wasit yang satu ini.

Adubola.com – Clattenburg telah membuat keputusan mengejutkan, dengan pindah ke sepak bola Arab Saudi di puncak karirnya di Liga Premier.

Padahal, selama ini Clattenburg selalu jadi pengadil lapangan andalan di ajang Piala FA, bahkan Liga Champions dan final Euro 2016 lalu. Clattenburg bahkan masuk dalam jajaran wasit terbaik di era Liga Premier yang kerap terlihat mengawal jalannya pertandingan-pertandingan penting.

Meski demikian, pertandingan Liga Premier terakhir yang dikawalnya, akan jadi momen yang diingat ‘penuh kesalahan’. Walau ia sudah meminta maaf pada pihak Hull City karena sudah mengesahkan gol Alexis Sanchez yang berbau handball, hingga membuat Arsenal unggul dalam laga yang digelar 11 Februari lalu itu.

Wasit berusia 41 tahun ini juga dikritik karena tidak mengusir Kieran Gibbs di babak ke dua, tapi malah memberikan kartu merah, memberi penalti pada Arsenal dan mengusir pemain Hull, Sam Clucas, yang ironisnya melakukan handball di luar area terlarang.

Ada tiga kartu merah dikeluarkan Clattenburg di musim ini. Sampai saat ini, hanya wasit Mike Dean yang mengeluarkan kartu merah lebih banyak, yakni lima kartu merah. Di samping itu ada delapan hadiah penalti yang diberikan Clattenburg, termasuk masing-masing satu penalti dalam tiga pertandingan terakhir yang dikawalnya.

Meski demikian, pada umumnya, Clattenburg tampak lebih membuat pertandingan berjalan seperti mengalir dibanding wasit lain di Liga Premier. Ia jadi wasit ke dua yang jatuhkan hukuman paling sedikit dalam setiap pertandingannya, yakni sebesar 20,7 persen, dan lebih sedikit hukuman per tekel, yakni sebesar 0,54 persen, dibandingkan wasit-wasit Liga Premier lainnya di musim ini.

Ini kecenderungan untuk mencoba dan hindari permainan yang mengganggu, yang mungkin tandai Clattenburg keluar di sisa musim ini. Ia sebelumnya telah mengawal setidaknya 100 pertandingan Liga Premier sejak musim 2009/10.

Sejauh ini, tim-tim yang pernah dikawalnya lebih dari satu kali di Liga Premier, adalah Crystal Palace. Tim ini juga mendapat hasil terburuk saat dikawal Clattenburg. Dalam 11 pertandingan yang dikawal Clattenburg, the Eagles tidak pernah menang dan hanya mendapat empat poin dari 33 poin yang seharusnya bisa mereka kumpulkan. Selain itu, dalam 11 laga tersebut, Palace juga telah kebobolan empat gol penalti dan satu pemainnya diusir keluar.

Begitu juga Southampton yang hanya menang dalam tiga dari 18 pertandingan dan kalah sembilan kali, saat pertandinganya dikawal Clattenburg. Sementara, Manchester City juga tak punya catatan menggembirakan dengan wasit ini.

Clattenburg menjadi wasit dalam pertandingan the Cityzens lebih banyak dibandingkan tim-tim lain. Bahkan rata-rata hanya kantongi 1,5 poin dari 28 pertandingan yang dilakoninya bersama Clattenburg. Rata-rata poin City bahkan lebih sedikit dari Stoke City, yang rata-rata 1,52 poin bersama Clattenburg.

Hal sama dialami Manchester United, yang alami momen buruk saat dikawal Clattenburg. Pasalnya, wasit ini memberi lebih banyak kartu merah kepada para pemain Setan Merah dibandingkan pemain dari tim-tim lain, yakni enam kartu merah dalam 23 pertandingan. Selain itu, MU juga pernah dihukum enam penalti dan hanya satu kali diberi hadiah penalti oleh Clattenburg.

Tim yang paling ‘beruntung’ dikawal Clattenburg, adalah Tottenham Hotspur. Spurs berhasil menang dalam 16 dari 24 pertandingan di saat Clattenburg yang jadi wasitnya sejak musim 2009/10 lalu. Hasilnya, rata-rata kantongi 2,08 poin saat Clattenburg menjadi wasit dalam lebih dari 10 pertandingan yang dilakoni City, dan ini di atas perolehan Chelsea (1,96 poin), Liverpool (1,88 poin) dan Arsenal (1,79 poin). Demikian data yang dirangkum whoscored.