Bos Inter Milan Bicara Soal Jose Mourinho

Luciano Spalletti bicara soal Jose Mourinho dan menolak dibandingkan dengan pelatih yang pernah berikan treble winners pada Inter Milan di musim 2009/10.

Luciano Spalletti
Luciano Spalletti

Luciano Spalletti menolak dibandingkan dengan Jose Mourinho, dan menilai dirinya bukan apa-apa dibandingkan pelatih asal Portugal tersebut.

Sejak ditinggal Jose Mourinho pada tahun 2010 silam, Inter Milan belum pernah lagi merasakan mengangkat Scudetto. Mourinho merupakan satu-satunya pelatih dalam sejarah Inter Milan yang berhasil berikan mereka tiga gelar juara utama dalam satu musim, yaitu gelar juara Copa Italia, Liga Italia dan Liga Champions pada musim 2009/10.

Kini, Inter dipercaya memiliki peluang untuk kembali raih Scudetto dengan kehadiran Spalletti sebagai pelatih. Di awal musim ini, Inter perlihatkan performa impresif dengan meraih sembilan kemenangan dan dua hasil imbang, yang membuat mereka tempati peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia, dan hanya berselisih dua poin dari Napoli di peringkat teratas.

Meski demikian, Spalletti segera menolak perbandingan tersebut dan menilai dirinya bukan apa-apa jika dibandingkan sosok Mourinho. Spalletti menilai, Mourinho telah mengukir sejarah sendiri di Inter, sementara dirinya baru memulai mengukir namanya dalam sejarah La Beneamata.

“Perbandingan ini, baik dengan Jose Mourinho ataupun Giovanni Trapattoni, adalah hal yang konyol, bukan hanya karena berapa banyak gelar yang sudah mereka menangkan,” ujar Spalletti dalam konferensi pers jelang laga melawan Torino, Minggu [5/11] malam 18.30 WIB.

“Kenangan Inter bersama Mourinho bagaikan ukiran yang indah, sementara saya hanya baru mengambil peralatan untuk memulai membuat ukiran. Satu-satunya hal yang bisa dibandingkan dengan Inter saat ini, adalah suasana hati para suporter fantastis klub ini. Mereka ’73 ribu orang spesial’ yang kami miliki dan bukan ‘special one’,” tandasnya.

“Jujur saja, saya tahu media mencoba bersikap baik [dengan membuat perbandingan tersebut], namun lebih baik jika anda berhenti membuat perbandingan dan fokus beri pujian pada para pemain. Seorang pelatih tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan dari para pemain hebat,” tambah mantan pelatih AS Roma itu.

Mengenai laga melawan Torino, Spalletti mengaku khawatir dengan ancaman yang bisa dihadirkan Sinisa Mihajlovic dan bintang mereka yang telah pulih dari cedera, Andrea Belotti. “Kami punya karakter yang serupa, Mihajlovic dan saya,” lanjut pelatih berusia 58 tahun itu.

“Dia tipikal seseorang yang memiliki tekad kuat, meski dalam konferensi pers sekalipun, jadi timnya merefleksikan seperti apa dulunya dia sebagai seorang pemain,” tandasnya.

“Mereka mengenalnya dengan baik di sini. Dia seseorang yang sangat berpengalaman dan telah lakukan banyak hal hebat di Inter, baik sebagai pemain maupun asisten pelatih. Kami harus mewaspadai serangan balik Torino, terutama ketika Andrea Belotti berlari, karena anda tidak bisa menjaganya setelah itu. Anda harus bisa membaca pergerakannya dengan baik dan mengantisipasi hal itu,” ujar Spalletti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here