Carlos Bacca: AC Milan Paling Buruk di Era Saya

Penyerang Villareal, Carlos Bacca, menilai karirnya berjalan dengan baik di AC Milan walau ia bermain di era terburuk di sepanjang sejarah Rossonerri.

Carlos Bacca

Carlos Bacca percaya, dia telah bermain dengan baik sepanjang karirnya bersama Milan. Bacca sendiri gabung Milan dari Sevilla pada musim panas 2015 silam, dan selama dua tahun bermain di San Siro, Bacca sudah tampil dalam 76 pertandingan dan mencetak 34 gol.

Saat ini, Bacca dipinjamkan Milan ke klub Liga Spanyol, Villareal, dengan opsi permanen di akhir musim nanti. Bacca bersikeras kalau karirnya di Milan tak gagal, meski ia hanya meraih satu gelar selama dua tahun, yaitu gelar juara Piala Super Italia pada 2016 silam.

Menurut Bacca, masa transisi kepemimpinan di Milan selama ia bermain di klub itu membuat Milan alami banyak masalah. Bacca pun percaya jika ia telah bermain di era terburuk di sepanjang sejarah Milan.

“Selama beberapa tahun, karir saya di Milan bagi saya memuaskan secara pribadi,” ujar penyerang berusia 30 tahun itu kepada stasiun radio Kolombia.

“Saya mencapai tujuan yang sudah ditargetkan. Memang itu bisa saja berjalan lebih baik lagi, tapi butuh bantuan direktur dan juga tim. Saya berada dan bermain bagi Milan di era yang terburuk sepanjang sejarah,” tambahnya.

“Setelah 30 tahun, presiden Silvio Berlusconi ingin menjual klub. Kemudian bersama Vincenzo Montella dan pemilik baru, kami punya ide berbeda. Meski demikian, saya pergi dari Milan dengan bangga, karena tim bisa bermain di Eropa musim ini dan saya punya kontribusi terhadap hal itu,” ujar Bacca.

“Saya bahagia Milan bisa kembali bermain di Eropa, itulah yang menjadi tujuan saya ketika saya tinggalkan Sevilla,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here