Rudiger Minta FIFA Hukum Rasisme di Italia

70

Bek anyar Chelsea, Antonio Rudiger, ingin FIFA mengambil tindakan tegas terhadap rasisme di sepakbola Italia.

Liga Italia  - Rudiger Minta FIFA Hukum Rasisme di Italia

Selama dua musim karirnya di Liga Italia bersama AS Roma, Rudiger kerap kali mendapatkan perlakuan rasisme dari penonton maupun pemain lawan.

Pada Desember silam, misalnya, Rudiger mendapat perlakuan rasis dari pemain Lazio, Senad Lulic, dalam laga Derby Roma dan pada akhirnya Lulic mendapatkan skorsing selama 20 hari dari federasi sepakbola Italia.

Meski demikian, Rudiger belum puas dengan hal tersebut dan meminta baik FIFA maupun federasi sepakbola Italia untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku rasisme di dunia sepakbola Italia.

“Saya hanya menginginkan keadilan,” ujar bek asal Jerman berusia 24 tahun itu pada wartawan. “Saya ingin FIFA atau federasi sepakbola di Italia bisa menghukum orang-orang yang melakukan hal tersebut.”

“Tidak semua orang di Italia melakukan hal seperti itu. Jika kita selalu berbicara mengenai rasisme di Italia, maka orang akan berpikir bahwa semua orang Italia adalah rasis dan nyatanya tidak seperti itu.”

“Yang saya maksudkan adalah orang-orang tertentu yang melakukan hal tersebut. Orang-orang seperti itu perlu dilarang hadir di stadion ataupun diberikan denda.”

“Anda merasa sendirian. Orang-orang suka mengatakan ‘tetap tenang’ atau ‘jangan melakukan apapun’. Mudah saja bagi Anda mengatakan hal seperti itu ketika Anda tidak berkulit hitam dan Anda tidak pernah merasakan seperti apa rasanya.”

“Anda bahkan tidak bisa menempatkan diri Anda dalam posisi saya tentang bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu.”

“Pada saat seperti itu, yang terjadi seperti ini, Anda merasa sendirian. Anda harus kuat, namun setiap manusia berbeda. Ada orang yang bisa menerima hal itu dan tidak bereaksi, dan ada orang yang bereaksi. Saya bisa memahami kedua hal tersebut.”