Gladbach Dapatkan Reece Oxford

Bek 18 tahun asal Inggris menuntaskan transfernya ke Borussia Moenchengladbach, demi mendapatkan pengalaman tim pertama di Liga Jerman.

Reece Oxford - West Ham United

Liga Jerman – Borussia Monchengladbach telah mendatangkan bek Inggris U-20 milik West Ham, Reece Oxford, dengan status pinjaman.

Pemain berusia 18 tahun itu bergabung dengan tim Bundesliga ini sampai akhir musim 2017-18, setelah menghabiskan paruh kedua musim lalu dengan status pinjaman di klub divisi Championship Liga Inggris, Reading.

Oxford masuk ke tim pertama The Hammers selama musim 2015-16, telah membuat debut kompetitif sebagai pemain remaja berusia 16 tahun di tahap kualifikasi Liga Europa. Dia menjadi pemain termuda West Ham, dan kemudian menjadi starter termuda kedua di Premier League.

Dia memainkan 14 pertandingan untuk The Hammers musim itu, tapi tidak bisa memenangkan tempatnya di starting XI di bawah asuhan Slaven Bilic tahun lalu. Dia tampil hebat di Stadion London, dengan beberapa tim sempat meminati jasanya seperti Arsenal dan Manchester United.

Oxford menandatangani kontrak jangka panjang dengan The Hammers pada bulan Desember, memperpanjang masa tinggalnya di klub sampai 2021.

Bilic merasa senang bahwa pemain remajanya tersebut akhirnya sepakat menandatangani kontrak baru, terutama mengingat fakta bahwa klub seperti Manchester United, Arsenal, dan Manchester City berupaya mengintip peluang untuk mendatangkannya.

Oxford memainkan hanya dua pertandingan di Liga Europa untuk West Ham musim lalu, namun akan berharap bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman tim pertama dengan Borussia Moenchengladbach.

“Reece Oxford telah bermain untuk Inggris di tingkat remaja dan dianggap sebagai salah satu talenta pertahanan muda terbaik di negara ini,” kata direktur olahraga Gladbach Max Eberl kepada situs klub tersebut.

“Kesepakatan pinjaman ini memberi kami kesempatan untuk menambahkan pemain yang sangat menarik ke skuad kami. Selain itu, kami memiliki pengalaman bagus dalam mendatangkan pemain muda Liga Inggris di masa lalu.”