Barcelona Rencanakan Transfer Kejutan Untuk Wonderkid Ajax

Barcelona dilaporkan tertarik pada wonderkid Ajax Amsterdam dan rencanakan transfer kejutan pada Januari nanti.

Menurut media Spanyol, Mundo Deportivo, Barcelona berusaha untuk memperkuat lini belakang mereka dan tunjukkan ketertarikannya pada bek muda Ajax Amsterdam, Matthijs De Ligt.

Matthijs De Ligt telah memulai musim ini dengan baik dan membuat dirinya masuk dalam radar salah satu klub terbesar di dunia, saat raksasa Catalan mengincarnya untuk didatangkan pada bursa transfer musim dingin Januari.

Menurut laporan tersebut Direktur Olahraga Barcelona, Robert Fernandez, terus perhatikan kemajuan De Ligt di Ajax. Selain itu pemain RB Leipzig, Dayot Upamecano, juga menjadi nama lain yang disebut-sebut sebagai target yang layak bagi El Barca.

Dengan Barca yang tidak memiliki bek tengah muda di tim utama mereka, Direktur Umum Pep Segura dan dewan Barcelona yakin mereka memerlukan investasi mendasar dalam membangun pemain muda di Camp Nou.

De Ligt gabung Ajax di tahun 2009 di mana pemain itu dengan cepat menaiki berbagai tingkat klub remaja, dan dapatkan dirinya berada di ambang pintu masuk skuad utama pada musim 2016/17.

Saat kesempatan itu muncul, ia meraihnya dengan kedua tangannya, membuat 20 penampilan bersama tim utama di seluruh musim.

Pemain itu dikaitkan dengan berbagai klub di musim panas, tanpa ada tawaran yang terwujud. De Ligt pun telah memulai musim ini dengan baik, tampil di setiap pertandingan liga untuk raksasa Belanda tersebut sejauh ini.

Dengan De Ligt yang selalu tampil sebagai starter di Ajax pada usia 18 tahun, minat Barcelona juga meningkat. Klub asal Catalan itu tertarik pada Davinson Sanchez, yang pindah ke Tottenham Hotspur pada musim panas ini. Oleh karena itu, Blaugrana saat ini dipaksa untuk melihat prospek lain yang sedang berkembang.

Barcelona memiliki Gerard Pique dan Samuel Umtiti sebagai satu-satunya pilihan di jantung pertahanan saat ini, dengan Marlon Santos dan Yerry Mina jadi pilihan di masa depan. Javier Mascherano dan Thomas Vermaelen keduanya berada di masa-masa akhir karir sepakbola mereka, sementara Pique juga telah melewati batas umur 30 tahun.