Eks Liverpool Kritik Keras Transfer Neymar

Mantan pemain Liverpool era 80-an, John Aldridge, merasa sepakbola saat ini sudah kehilangan jiwanya dan telah menjadi komoditi bisnis semata.

Neymar - PSG
Neymar - PSG

Aldridge benar-benar mengkritik keras transfer sensasional Neymar yang melibatkan angka € 222 juta atau setara dengan Rp 3,5 Trilyun.

Pada hari Jumat pekan lalu, PSG resmi mengumumkan kedatangan Neymar dari Barcelona. Pemain asal Brasil tersebut sekaligus menjadi pemain termahal di dunia, dengan harga transfer dua lipat lebih banyak dari pemegang rekor transfer sebelumnya, Paul Pogba (Rp 1,65 Trilyun).

Aldridge merasa sepakbola kini telah kehilangan identitas dan jiwanya, dengan uang sekarang lebih berperan besar. Mantan pemain Real Sociedad itu juga mengaku tak habis pikir, ada pemain yang rela menukar karirnya di Barcelona dan pergi menyeberang ke PSG.

“Pemain mana di dunia ini yang ingin menukar kostum Barcelona dengan Paris Saint-Germain?” ujar Aldridge dalam tulisannya untuk Sunday World mempertanyakan motivasi Neymar hengkang dari Camp Nou.

“Transfer Neymar dari Barcelona ke PSG dengan biaya € 222 juta sekali lagi menegaskan bahwa olahraga tersebut telah kehilangan jiwanya. Memang sepakbola sudah menjadi bisnis sejak lama, namun transfer Neymar tersebut membawa kenyataan yang tidak menyenangkan itu ke tingkat yang baru.”

“Selain itu, bagaimana mungkin ada klub sepakbola yang membenarkan membayar sejumlah uang konyol untuk mewujudkan transfer tersebut? Saya rasa kita harus kebal terhadap kejutan apapun yang terjadi di sepakbola saat ini ketika era uang, uang dan lebih banyak uang adalah hal yang terpenting bagi klub, pemain dan agen mereka.”

“Saya percaya Barcelona tidak percaya siapa pun akan mempertimbangkan untuk membayar klausal pelepasan senilai € 222 juta dalam kontrak Neymar, saat itu dibuat.”

“Namun langkah PSG kali ini bisa memberikan kita peringatan bahwa pemain sepakbola tidak lagi dipandang sebagai olahragawan yang bisa memenangkan pertandingan di atas lapangan.”

“PSG membeli Neymar sebagai merek, sebagai raja sosial media, sebagai jimat yang bisa menjual jutaan jersey di Amerika Selatan.”

Aldridge menambahkan: “Fakta bahwa dia adalah pemain yang setengah layak dan bisa memenangkan beberapa pertandingan bagi PSG di sebuah liga biasa seperti Liga Prancis hampir tidak relevan dengan apa yang diharapkannya saat menjual jiwanya kepada penawar tertinggi.”