Keabsahan Kontrak Baru Lionel Messi Dipertanyakan

Eks kandidat presiden Barcelona pertanyakan keabsahan kontrak baru Lionel Messi.

Mantan kandidat presiden Barcelona, Agusti Benedito, pertanyakan keabsahan klaim Josep Maria Bartomeu soal perpanjangan kontrak Lionel Messi. Bartomeu sebelumnya ungkapkan, kontrak baru bintang asal Argentina itu telah rampung setelah ayahnya bubuhkan tanda tangan.

Saat ini, kandidat di pemilihan presiden Barcelona pada tahun 2015 lalu itu, sedang berupaya kumpulkan tanda tangan dari anggota resmi Barcelona untuk menjungkalkan Bartomeu.

Kabarnya, ia saat ini sudah kantongi lebih dari 10 ribu tanda tangan warga, tinggal mencari 6.670 tanda tangan lagi agar mosi tidak percaya pada Bartomeu bisa dikumandangkan.

Alasannya, karena Benedito yakin Bartomeu telah salah arah dalam memimpin Blaugrana, dengan segala kebohongan dan krisis institusional yang serius. Dukungan lalu datang dari eks presiden Barca, Joan Laporta, dan kini Benedito pertanyakan klaim Bartomeu soal kontrak baru Messi.

Padahal, pihak Barcelona sudah umumkan perpanjangan kontrak striker Timnas Argentina itu pada awal Juli silam, tak lama setelah Messi melangsungkan pernikahannya.

“Bartomeu katakan kalau kontrak Messi sudah ditandatangani, tapi itu tidak benar,” ujar Benedito dalam konferensi pers, Kamis (21/9) waktu setempat.

“Kontrak tanpa adanya tanda tangan Messi itu tidak sah. Walau telah ditandatangani ayahnya (Jorge Messi), dia (Bartomeu) tetap butuhkan tanda tangan sang pemain,” tegasnya.

Selain kontrak Messi, Andres Iniesta juga belum bubuhkan tanda tangan perpanjangan kontrak barunya di Azulgrana. Padahal, kedua pemain ini akan berstatus bebas transfer pada musim panas tahun depan, dan Benedito yakin masalahnya ada di Josep Maria Bartomeu.

Jika terus dibiarkan, maka kedua pemain itu bisa lakukan negosiasi dengan klub lain pada Januari nanti. “Sangat mungkin hadirnya Bartomeu jadi penghalang, hingga penandatanganan kontrak ini belum rampung. Saya harap sang presiden bisa jelaskan sejujurnya, sebab ini bukan pertama kalinya dia berbohong,” ujar Benedito.