La Liga Akan Blokir Jalan Neymar ke PSG

215

Presiden La Liga akan memblokir langkah transfer Neymar dari Barcelona ke Paris Saint-Germain, menurut laporan di Spanyol.

Liga Spanyol  - La Liga Akan Blokir Jalan Neymar ke PSG

Bintang Barcelona, Neymar, adalah target transfer utama Paris Saint-Germain, dengan raksasa Ligue 1 itu bersedia membayar klausul rilisnya sebesar Rp 3,44 Trilyun.

Mereka telah lama memiliki harapan untuk membawa bintang asal Brasil itu ke Parc des Princes, setelah mencoba memboyongnya dari Camp Nou tahun lalu.

Jika kesepakatan ini terealisasi maka Neymar menjadi pemain termahal di dunia, dan laporan mengatakan bahwa PSG yakin sebuah kesepakatan akan segera diselesaikan.

Namun, klaim terbaru dari Spanyol secara sensasional mengatakan kesepakatan tersebut mungkin tidak terwujud karena para petinggi La Liga akan turun tangan.

Koran Sport mengatakan para pejabat La Liga telah memutuskan untuk memblokir kepergian Neymar dari Barcelona karena dua alasan.

Pertama, masalah kontrak pemain berusia 25 tahun itu membuat situasi menjadi bermasalah.

Ketika dia menandatangani perpanjangan kontrak kurang dari setahun yang lalu, klausa tertentu mengharuskan Barcelona membayar ayah Neymar selaku agen sebesar Rp 404 Milyar.

Tapi Barca sekarang menolak membayar penuh sampai situasinya benar-benar jelas, dan petinggi La Liga tidak akan membiarkan transfer ke PSG terjadi.

Mereka juga tidak mau menyetujui kesepakatan tersebut karena peraturan Financial Fair Play.

Mereka dikatakan prihatin tentang dengan cara PSG mendatangkan Neymar. Barca yakin PSG melanggar peraturan yang ditetapkan oleh badan sepak bola Eropa UEFA.

Alasan kedua ini disuarakan oleh Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas, yang mengatakan awal pekan ini bahwa mereka bersedia membawa kasus ini ke pengadilan di Spanyol, Prancis dan Swiss jika UEFA mengabaikan pengaduan mereka.

“Bahkan jika mereka tidak jadi membayar klausul rilis Neymar pun, kami akan tetap melaporkannya [ke pengadilan],” kata Tebas kepada Marca.

“Mereka tidak bisa membuat sebuah tawaran komersial yang nilainya lebih besar daripada nilai Barcelona atau Real Madrid.”

“Tidak ada yang percaya hal itu, yang berarti bahwa negara Qatar menyuntikkan uang dan itu melanggar Financial Fair Play.”