LaLiga Tolak Pembayaran Klausul Pelepasan Neymar

Barcelona akhirnya mau melepas Neymar yang ingin pindah ke PSG. Barca pun meminta PSG lunasi klausul pelepasan pemain itu, sembari membidik pemain lain. Namun, kini, LaLiga menolak pembayaran PSG tersebut.

Neymar, Barcelona
Neymar, Barcelona

LaLiga telah menolak upaya pengacara Neymar untuk membayarkan klausul pelepasan pemain asal Brasil itu kepada Barcelona, yang nilainya mencapai 198 Juta Poundsterling atau sekitar Rp3,49 Triliun.

Pemain berusia 25 tahun itu diperkirakan akan teken kontrak dengan Paris St-Germain dengan biaya yang pecahkan rekor dunia, setelah ia mengaku pada Barcelona bahwa ia ingin tinggalkan klub tersebut, Rabu (2/8).

Media Spanyol mengatakan, pejabat LaLiga yakin PSG telah melanggar peraturan Financial Fair Play (FFP). Apalagi, Barcelona sebelumnya juga menyatakan akan laporkan PSG ke UEFA karena pelanggaran FFP tersebut.

Di Spanyol, seorang pemain harus ‘membeli’ kontraknya sendiri. Hal ini dilakukan dengan mendepositokan jumlah klausul pelepasannya ke LaLiga (Liga Premier kalah di Inggris) guna melepaskan pemain itu dari kontraknya. Selanjutnya, LaLiga akan serahkan uang transfer itu kepada klub penjualan.

“Kami bisa pastikan, pengacara dari pemain itu telah datang ke LaLiga untuk menyetorkan klausul tersebut, tapi pembayaran itu langsung ditolak,” ujar salah seorang sumber di LaLiga kepada BBC Sport.

Aturan FFP yang pertama kali diterapkan selama musim 2011/12, menetapkan bahwa klub-klub Eropa tidak bisa mengeluarkan biaya lebih dari 30 juta euro atau sekitar Rp473 Miliar. Namun, PSG didukung oleh dana dari Qatar, dan presiden LaLiga Javier Tebas telah menuduh klub Prancis itu mendapat ‘doping’ dalam hal keuangan.

“LaLiga tegaskan, klub-klub yang didukung negara yang bersaing menggunakan ‘doping keuangan’ bisa mengganggu kestabilan sepakbola profesional di Eropa,” tegas Tebas kepada AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here