Ternyata, Ini Alasan Martin Odegaard Tinggalkan Bernabeu

Pemain muda Real Madrid asal Norwegia, Martin Odegaard, putuskan untuk gabung klub Belanda, SC Heerenveen, sebagai pemain pinjaman.

Liga Spanyol  - Ternyata, Ini Alasan Martin Odegaard Tinggalkan Bernabeu

Pemain muda Real Madrid asal Norwegia, Martin Odegaard, putuskan untuk gabung klub Belanda, SC Heerenveen, sebagai pemain pinjaman.

Adubola.com – Salah satu alasan Odegaard meninggalkan raksasa Spanyol itu, tak lain karena ia ingin tampil di tim inti klub yang tampaknya akan sulit ia dapatkan di Santiago Bernabeu.

Sebelumnya, Odegaard sudah sempat menjajal kebolehannya di tim inti Madrid, setelah berada di Real Madrid Castilla selama dua tahun. Namun, gelandang serang itu tidak benar-benar mendapat kepercayaan sejak ia tiba di Madrid pada Januari 2015 – dan inilah lima alasan mengapa dia akhirnya menyerah dan memilih merumput di klub lain:

1. Konsekuensi dari gaji besarnya
Ini jelas bukan kesalahannya: Real ajukan tawaran untuk kalahkan Bayern Munchen yang pernah sama-sama mengincar Odegaard. Namun, paket pembayarannya yang sebesar 3,5 juta Euro per tahun sebelum pajak, menimbulkan kebencian di antara pemain lainnya di tim Castilla, bahkan sebelum ia menjejakkan kaki di klub ibukota Spanyol itu.

2. Bermain di tim Castilla sebagai hiburan
Dalam klausul kontraknya di Madrid, Odegaard dikatakan akan berlatih setiap hari dengan tim utama Los Merengues, bahkan masuk dalam persiapan pramusim mereka. Namun, Odegaard lebih sering bersama tim Castilla.

Tak ada keterikatan antara Odegaard dan rekan-rekan satu timnya. Zinedine Zidane yang pernah melatih di tim yunior, akhirnya bahkan menyingkirkannya ke bangku cadangan. Namun, Odegaard selalu menyimpan impian untuk bermain bersama tim senior.

 

3. Gagal mendapat kesempatan di tim utama
Mantan pelatih Real Madrid, Rafa BenĂ­tez, telah mengikutsertakan Odegaard saat tur musim panas melawan Australia dan China pada tahun 2015 lalu, serta memberinya kesempatan untuk bermain selama 45 menit. Saat itu, Odegaard turun dalam laga persahabatan melawan AS Roma. Presiden Madrid, Florentino Perez, bahkan dikabarkan senang melihat penampilan Odegaard saat itu.

4. Sebagai alarm minimnya gol yang dicetaknya
Di musim pertamanya bersama tim papan atas Norwegia saat ia masih berusia 15 tahun, Odegaard berhasil menyarangkan lima gol untuk Stromsgodset. Dalam 62 pertandingan bersama Castilla di Segunda B, ia juga mencetak lima gol.

Tapi, musim lalu contohnya, dia hanya punya satu target dalam 38 penampilannya, bahkan bermain selama 12 bulan tanpa gol.

5. Tak bermain di posisi yang diinginkannya
Peran Odegaard di Castilla menimbulkan masalah tersendiri bagi pelatihnya. Pasalnya, pemain itu jadi pemain nomor 10, padahal Zidane ingin puteranya-lah yang mendapatkan posisi itu. Luis Miguel Ramis bersama Aleix Febas dan Santiago Solari juga jadi opsi lain di posisi tersebut. Hasilnya, Odegaard harus bermain lebih melebar.

 

LEAVE A REPLY